mairi nandarson
bila suatu hari nanti tuan-tuan
dan nyonya tidak bisa tidur
tidak bisa makan
resah dan terganggu kosentrasi
tuan-tuan dan nyonya-nyonya harus paham
sebab tuan dan nyonya sedang berada di padang luas tempat orang-orang menabur aroma mulut
tuan dan nyonya, bila aroma mulut itu tercium
mestinya tuan dan nyonya tidak tutup mulut
tetapi menutup telinga
bukankah aroma yang tercium adalah wajah-wajah
yang tuan dan nyonya letakkan diatas kepala sendiri
wajah-wajah yang menabikan diri
menindihkan kata hati
menurutkan hawa nafsu
mengacuhkan rasa
menikamkan emosi
menghamburkan harga diri
tuan dan nyonya tak perlu berpaling
mulut-mulut itu, mulut-mulut yang menganga
mulut-mulut yang menebarkan aroma
adalah mulut-mulut yang meninggalkan apa saja
yang tak pernah dijemput dan tertinggal
ketika mereka telah berada di gerbong kereta
tuan dan nyonya
bila suatu kali nanti merasa resah
teringat mimpi tentang bau busuk
tentang aroma mulut yang pernah tuan dan nyonya cium
tuan dan nyonya jangan bersedih
bila cerita tuan dan nyonya tak seorang pun
yang mengerti dan mengakuinya
bahkan mengingatkannya
tuan dan nyonya boleh muntah
muntah saja
tuan dan nyonya
bila suatu kali melihat tuan-tuan menari, tuan-tuan bernyanyi, nyonya-nyonya berdansa
tuan dan nyonya sebaiknya melepaskan diri
menjauhkan hati
merelakan segala rasa ingin yang pernah terucap menjadi janji-janji
tuan dan nyonya
temukan rasa di hati
menjadi bunga
menitahkan aroma
menjadi manusia
batam, maret 2004
Posted at 09:00 pm by m_nandarson