Thursday, July 22, 2004
solilokoui

mairi mandarson

engkau
bulan
datanglah
jemputlah
rindu
di daun-daun
rindang
di ranting-ranting
gersang

tebarkanlah
nada-nada
yang telah kuberi nama
dalam senandung
yang terlantun
di bibir hati

ketuklah
pintu
jiwa

tak perlu
resah
tuntunlah gundah

helai-helai
nafasmu
telah kurangkai
dalam sebingkai
irama
yang ingin kupetik
bersama dawai
saat rembulan
menatapmu

embun telah lewat
matahari
melewati dangau
melintasi jalan
menuju hari yang berlalu

kita di antaranya
menangisi
setiap detik ritme nafsu
yang selalu naif
untuk dikuburkan

bersamanya
bersama malam
nafsu dan rindu
kita biarkan
menuju malam

dan kita bersama-sama
menampar
mencoreng muka
dengan jerit hati

2
tidur
selepas siang
dan menuai mimpi yang tak berkesudahan

tataplah langit
dan hitung
berapa lapis lagi
awan mesti kita lewati

di sana ada bunga
yang kusemai
untukmu

tataplah laut
lapisan ombak
membentang mimpi
menatap kita dengan kekerasan

menghempas

menuju seribu maksud

batam, juni 2004

Posted at 09:34 pm by m_nandarson

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry



mairi nandarson
   

<< July 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Assalamualaikum Wr Wb
Selamat Datang di Web Blog pribadi ini. Saya ingin menampilkannya banyak hal di web ini. Banyak harapan dan mimpi. Saya berkeyakinan, suatu hari catatan ini akan berguna bagi saya.

Salam sastra


Mairi Nandarson

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed