|
bila suatu hari nanti tuan-tuan dan nyonya tidak bisa tidur tidak bisa makan resah dan terganggu kosentrasi tuan-tuan dan nyonya-nyonya harus paham sebab tuan dan nyonya sedang berada di padang luas tempat orang-orang menabur aroma mulut tuan dan nyonya, bila aroma mulut itu tercium mestinya tuan dan nyonya tidak tutup mulut tetapi menutup telinga bukankah aroma yang tercium adalah wajah-wajah yang tuan dan nyonya letakkan diatas kepala sendiri wajah-wajah yang menabikan diri menindihkan kata hati menurutkan hawa nafsu mengacuhkan rasa menikamkan emosi menghamburkan harga diri tuan dan nyonya tak perlu berpaling mulut-mulut itu, mulut-mulut yang menganga mulut-mulut yang menebarkan aroma adalah mulut-mulut yang meninggalkan apa saja yang tak pernah dijemput dan tertinggal ketika mereka telah berada di gerbong kereta tuan dan nyonya bila suatu kali nanti merasa resah teringat mimpi tentang bau busuk tentang aroma mulut yang pernah tuan dan nyonya cium tuan dan nyonya jangan bersedih bila cerita tuan dan nyonya tak seorang pun yang mengerti dan mengakuinya bahkan mengingatkannya tuan dan nyonya boleh muntah muntah saja tuan dan nyonya bila suatu kali melihat tuan-tuan menari, tuan-tuan bernyanyi, nyonya-nyonya berdansa tuan dan nyonya sebaiknya melepaskan diri menjauhkan hati merelakan segala rasa ingin yang pernah terucap menjadi janji-janji tuan dan nyonya temukan rasa di hati menjadi bunga menitahkan aroma menjadi manusia batam, maret 2004 |
| Leave a Comment: |