Entry: mulut-mulut berbau busuk Thursday, July 22, 2004



mairi nandarson

bila suatu hari nanti tuan-tuan
dan nyonya tidak bisa tidur
tidak bisa makan
resah dan terganggu kosentrasi
tuan-tuan dan nyonya-nyonya harus paham
sebab tuan dan nyonya sedang berada di padang luas tempat orang-orang menabur aroma mulut

tuan dan nyonya, bila aroma mulut itu tercium
mestinya tuan dan nyonya tidak tutup mulut
tetapi menutup telinga
bukankah aroma yang tercium adalah wajah-wajah
yang tuan dan nyonya letakkan diatas kepala sendiri

wajah-wajah yang menabikan diri
menindihkan kata hati
menurutkan hawa nafsu
mengacuhkan rasa
menikamkan emosi
menghamburkan harga diri

tuan dan nyonya tak perlu berpaling
mulut-mulut itu, mulut-mulut yang menganga
mulut-mulut yang menebarkan aroma
adalah mulut-mulut yang meninggalkan apa saja
yang tak pernah dijemput dan tertinggal
ketika mereka telah berada di gerbong kereta

tuan dan nyonya
bila suatu kali nanti merasa resah
teringat mimpi tentang bau busuk
tentang aroma mulut yang pernah tuan dan nyonya cium
tuan dan nyonya jangan bersedih
bila cerita tuan dan nyonya tak seorang pun
yang mengerti dan mengakuinya
bahkan mengingatkannya

tuan dan nyonya boleh muntah
muntah saja

tuan dan nyonya
bila suatu kali melihat tuan-tuan menari, tuan-tuan bernyanyi, nyonya-nyonya berdansa
tuan dan nyonya sebaiknya melepaskan diri
menjauhkan hati
merelakan segala rasa ingin yang pernah terucap menjadi janji-janji

tuan dan nyonya
temukan rasa di hati
menjadi bunga
menitahkan aroma
menjadi manusia


batam, maret 2004

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments