|
engkau bulan datanglah jemputlah rindu di daun-daun rindang di ranting-ranting gersang tebarkanlah nada-nada yang telah kuberi nama dalam senandung yang terlantun di bibir hati ketuklah pintu jiwa tak perlu resah tuntunlah gundah helai-helai nafasmu telah kurangkai dalam sebingkai irama yang ingin kupetik bersama dawai saat rembulan menatapmu embun telah lewat matahari melewati dangau melintasi jalan menuju hari yang berlalu kita di antaranya menangisi setiap detik ritme nafsu yang selalu naif untuk dikuburkan bersamanya bersama malam nafsu dan rindu kita biarkan menuju malam dan kita bersama-sama menampar mencoreng muka dengan jerit hati 2 tidur selepas siang dan menuai mimpi yang tak berkesudahan tataplah langit dan hitung berapa lapis lagi awan mesti kita lewati di sana ada bunga yang kusemai untukmu tataplah laut lapisan ombak membentang mimpi menatap kita dengan kekerasan menghempas menuju seribu maksud batam, juni 2004 |
| Leave a Comment: |