<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>mairinandarson</title>
    <link>http://mnandarson.blogdrive.com/</link>
    <description>mairinandarson</description>
    <lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2004 04:40:05 PDT</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2004.</copyright>
    <category>Arts</category>
    <category>Family &amp; Home</category>
    <category>Writing</category>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;indah&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/8.html</link>
      <pubDate>Wed, 28 Jul 2004 12:39:54 GMT</pubDate>
      <description>mairi nandarson




sebuah lagu

mungkin tidak cukup jauh

hingga kita melepas segalanya

lalu membiarkan rasa ingin

berbuah

menjadi kabar percintaan




Juli 2004





</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=8</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;Biarkan Hujan Menari&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/7.html</link>
      <pubDate>Sat, 24 Jul 2004 08:10:29 GMT</pubDate>
      <description>mairi nandarson





biarkan hujan menari

sibaklah rambutmu 

dan geraikan menjadi tarian

lalu bersenandung

untaikan kata-kata puisi

yang pernah kau rekam dalam mimpi

yang tertabur nafsu




hujan

biarkanlah ia mengingatkan kita

pada luka

pada wajah seribu malu

dan biarkanlah gerimis

menganaki tapak-tapak

yang selalu membawamu

pulang kembali

membenalu menjadi kesepian




bersama hujan

kita nyalakan kata-kata

menari

bernyanyi

bermain

berlari-lari




hujan

biarkanlah menjadi rupa

yang biasa




Batam, Juli 2004

</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=7</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;tieng&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/6.html</link>
      <pubDate>Fri, 23 Jul 2004 13:15:52 GMT</pubDate>
      <description>mairi nandarson





entah kata apa


kebisingan menjadi rupa


dan kita sama-sama ternganga





trinh!


hanya satu kata


kita mengeja


dan tertawa





ban co nguoi yeu chua, katamu

dan aku hanya bisa tertawa




Tieng! kataku


dan kita entah bertemu dimana?


Trinh!




Juli 2004










</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=6</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;solilokoui&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/5.html</link>
      <pubDate>Fri, 23 Jul 2004 05:34:10 GMT</pubDate>
      <description>mairi mandarson 



engkau

bulan

datanglah


jemputlah

rindu

di daun-daun

rindang

di ranting-ranting 

gersang 



tebarkanlah

nada-nada

yang telah kuberi nama

dalam senandung

yang terlantun 

di bibir hati



ketuklah

pintu

jiwa



tak perlu

resah

tuntunlah gundah



helai-helai

nafasmu

telah kurangkai

dalam sebingkai

irama

yang ingin kupetik

bersama dawai

saat rembulan

menatapmu



embun telah lewat 

matahari

melewati dangau

melintasi jalan

menuju hari yang berlalu




kita di antaranya

menangisi

setiap detik ritme... (more)</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=5</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;tanpa judul&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/4.html</link>
      <pubDate>Fri, 23 Jul 2004 05:13:26 GMT</pubDate>
      <description>



1


kemana kuhantamkan tanganku ketika marah ini sudah menjadi batu





engkau seperti sebuah ular


seperti sebuah kelinci, kadang seperti beruk


yang ingin kulumat menjadi partikel-partikel tak berbentuk





tetapi haruskah





2


tak ada ilalang yang mati


tak ada kupu-kupu yang tak hadir di musim semi


dan burung-burung akan berkicau di pagi hari





engkau ku biarkan


tapi kutikamkan hatiku





3


menarilah


tersenyum





perkabarkan tentang apa yang kau tak pernah pikirkan


bahwa di ujung lidahmu


di ujung... (more)</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=4</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;mulut-mulut berbau busuk&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/3.html</link>
      <pubDate>Fri, 23 Jul 2004 05:00:24 GMT</pubDate>
      <description>mairi nandarson




bila suatu hari nanti tuan-tuan

dan nyonya tidak bisa tidur

tidak bisa makan

resah dan terganggu kosentrasi

tuan-tuan dan nyonya-nyonya harus  paham

sebab tuan dan nyonya sedang berada di padang luas tempat orang-orang menabur aroma mulut




tuan dan nyonya, bila aroma mulut itu tercium

mestinya tuan dan nyonya tidak tutup mulut 

tetapi menutup telinga

bukankah aroma yang tercium adalah wajah-wajah 

yang tuan dan nyonya letakkan diatas kepala sendiri




wajah-wajah yang menabikan diri

menindihkan kata hati

menurutkan hawa... (more)</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=3</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;Puisi Cinta&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/2.html</link>
      <pubDate>Thu, 22 Jul 2004 15:40:43 GMT</pubDate>
      <description>mairi nandarson





semburat cahaya

menaburkan kicau

menggetarkan hati

mengantarkan kita ke lembayung

mengukir sebuah nama




adakah aku, bersamamu

dalam keraguan yang menyergap

mengintip setiap cahaya yang berubah buram

siang melewati malam dan sepi menikam kalbu

engkau dimana? adakah kita bersama dalam 

mimpi yang sehati?




engkau mungkin ada dalam mimpiku

sedang menari, menangis dan mungkin melamun 

ketika rindu tak terpadai

dan engkau tak tahu

ada keraguan yang merasuk

tentang bulan, matahari dan samudra

akankah kita bisa mengayuh... (more)</description>
      <comments>http://mnandarson.blogdrive.com/comments?id=2</comments>
    </item>
    <item>
      <title>&lt;b&gt;Engkau&lt;/b&gt;</title>
      <link>http://mnandarson.blogdrive.com/archive/1.html</link>
      <pubDate>Wed, 28 Apr 2004 18:59:14 GMT</pubDate>
      <description>mairi nandarson






pertalian nasib yang engkau rangkai 

telah memintal jalan hidup yang tak pernah kita tulis




ketika hati yang kau torehkan di hatiku telah berbuah jejak

kita tidak pernah tahu seperti apa pelabuhan yang akan menjadi dermaganya




pertarunganmu adalah  jalan hidup

yang tak pernah ada harap 

untuk tertumpang dalam jiwa yang gersang




engkau, bersenandunglah

ukirlah jemarimu dengan nada-nada indah

dan taburlah kegundahan dengan tawa






Batam, Juli 2004






Tikam

mairi nandarson






tak ada darah yang mesti kita... (more)</description>
    </item>
  </channel>
</rss>
